“Road to Mubes V”: Seberapa Urgent?

Kondisi mengharuskan kita untuk bergerak, bersatu dan meluruskan apa yang sudah tidak lagi relevan

Adanya keinginan untuk bergerak bersama, menjadi tujuan dasar adanya Mubes pertama. Hingga akhirnya terbentuklah forum yang pada awalnya membahas hubungan antar organisasi yaitu Mubes 1. Seiring berjalannya waktu Mubes mengalami pembaruan sesuai dengan kondisi KM ITS, hingga kini sampailah pada pergantian dari Mubes IV menuju Mubes V.

 

Pada kegiatan “Road to Mubes V” ini HIMATEKLA 2018/2019 menghadirkan 2 (dua) narasumber ahli yaitu Bories Yudo Satrio (DPM ITS) dan Zambily Ahmad W. (Penyusun Materi Mubes V). Sebelum diskusi, dipaparkan 6 (enam) poin yang menjadi dasar mengapa Mubes V harus diselenggarakan.

 

Pertama, lepasnya DOP dari Institusi Pendidikan ITS. Hal tersebut tercantum sejak MTT I ITS pada 16 Desember 2012. Dalam PP No. 54 tahun 2015 tentang statuta ITS, DOP tidak lagi tercantum dalam insitusi pendidikan ITS.

Kedua, kejelasan status mahasiswa D4 di KM ITS. Program D4 hadir sejak 2013 dan keanggotaan tidak ada dalam KDKM. Keanggotaan yang diatur dalam KDKM ITS Bab 12 tentang keanggotaan pasal 58 disebutkan yang termasuk dalam anggota adalah D3, Politeknik dan S1 reguler / extension. Yang berarti bahwa mahasiswa D4 tidak memiliki hak yang sama dengan mahasiswa yang masuk dalam keanggotaan KM ITS

Ketiga, restruktusisasi fakultas sesuai rumpun keilmuan menjadi 10 fakultas. Perkembangannya untuk saat ini sudah terbentuk 3 (tiga) fakultas baru yaitu FTE, FV dan FBMT. Namun pada FTE dan FBMT hanya terdapat satu himpunan yang dinaungi, yaitu HIMATEKTRO dan BMSA. Sedangkan salah satu fungsi dari adanya BEM-F yaitu mengkoordinasikan setiap himpunan di bawahnya.

Keempat, kaderisasi mahasiswa ITS yang dimulai pada tahun kedua. Poin ini tidak sesuai dengan HDPSDM yang menyatakan bahwa kaderisasi dimulai tahun pertama. Dan yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana sistem ormawa dalam kaderisasi?

Kelima, kejelasan posisi MWA WM di KM ITS yang hingga saat ini berada di luar KM ITS dan garis koordinasi dengan ormawa di ITS belum jelas. Sehingga berdampak pada alur koordinasi dan kerja MWA WM saat ini

Keenam, DPM ITS yang kurang representatif. DPM ITS seharusnya mewakili setiap distrik. Sebenarnya lembaga Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM)  ini mewakili mahasiswa untuk mengawasi kinerja dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) atau tiap-tiap lembaga di Fakultas Teknik, karena aspirasi dari mahasiswa akan dikelola oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan diajukan kembali sebagai evaluasi.

Adanya diskusi mengenai Mubes V tentu sangat membantu pemahaman mahasiswa DTK FTK ITS tentang seberapa penting Mubes V ini diadakan. Meski diskusi politik pertama kali diadakan, peserta diskusi antusias dan aktif dalam forum diskusi. (nsa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *