Tingkatkan Kepedulian, Mahasiswa DTK Gelar Diskusi terkait Tragedi Montara

Antusias Peserta Tragedi Montara

Rabu (08/11). Himpunan Mahasis Teknik Kelautan(HIMATEKLA) menggelar diskusi terbuka dengan tajuk Tragedi Montara: Kontroversi Tumpahan Minyak di Laut Timor yang dihadiri oleh 100 mahasiswa ITS. Diskusi berlangsung hangat dan peserta aktif bertukar pendapat dan pertanyaan antar mahasiswa. “Tentu hal yang bagus apabila mahasiswa dapat menggelar diskusi tragedi montara ini, karena selain dapat meningkatkan kepedulian, harapannya kita dapat memberi dampak yang nyata untuk penyelesaian kasus tragedi ini.” tutur Prof. Mukhtasor M.Eng, P.hD selaku narasumber dalam diskusi terbuka kali ini.

Delapan tahun yang lalu, tepatnya 21 Agustus 2009, terjadi insiden meledaknya well head platform pada proyek pengembangan Montara yang dimiliki dan dioperasikan oleh PTTEP AA, cabang perusahaan PTT Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP) Thailand. Ledakan tersebut menumpahkan minyak sebanyak 400 barrel per hari dan tumpahan minyaknya menyebar sampai ke Laut Timor. Tumpahan minyak tersebut memiliki dampak yang buruk terhadap lingkungan dan perekonomian masyarakat Nusa Tenggara Timur “Kondisi perekenomian masyarakat disana jatuh dan kerugian yang dialami ditaksir mencapai 17.5 triliun rupiah” pungkas Prof. Mukhtasor M.Eng, P.hD.

Dalam diskusi yang digelar di Taman Teknik Kelautan ini, narasumber juga menjelaskan kontroversi serta
permasalahan-permasalahan yang menyebabkan kasus ini belum terselesaikan selama 8 tahun belakangan ini. Dalam perjalanannya, sudah 2 kali pemerintah Indonesia menggugat PTTEP AA namun gagal karena kesalahan teknis pada hukum acara. Hal ini menunjukkan kurangnya keseriusan pemerintah Indonesia dalam mengupayakan penyelesaian kasus ini. “Sudah jelas bahwasanya tumpahan minyak ini memiliki dampak yang buruk terhadap Indonesia, namun masih belum ada kesepakatan untuk penyelesaian dari kedua belah pihak. Pemerintah Indonesia harusnya lebih tegas dalam menyikapi ini.” tambah Prof. Mukhtasor M.Eng, P.hD.

Diakhir diskusi, Prof. Mukhtasor M.Eng, P.hD berharap publik dapat memberikan perhatian lebih untuk kasus ini, serta mahasiswa bisa turut andil dalam memberikan poin-poin rekomendasi kepada pemerintah, sehingga dapat mendorong pemerintah untuk dapat menyelesaikan kasus ini secara adil bagi korban di Nusa Tenggara Timur. (kastrat/editor: nsa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *