Webinar : Bangunan Pantai untuk melindungi Ibukota Indonesia

 

Pantai merupakan suatu daerah strategis dan menjadi dambaan dari berbagai kalangan untuk dikembangkan. Namun dalam pengembangannya, berbagai pihak lupa bagaimana kondisi lingkungan disekitarnya. Hal tersebut menjadi dasar Julfikhsan Ahmad Mukti, alumni penerima beasiswa LPDP, untuk mengadakan webinar series pada 21 September 2016 bertempat di selasar Himatekla.

Julfiksan Ahmad Mukhti menyatakan, terjadinya anomali dan banjir di daerah perumahan pantai mutiara menjadi hal yang harus dipikirkan secara serius. Master plan NCNCD yang dibuat untuk perlindungan jangka panjang Jakarta dari banjir sungai dan air laut memasuki babak tantangan. Tantangan yang harus dihadapi adalah bagaimana master olan tersebut terlaksana dan bagaimana rancangan tanggul yang akan dibuat sesuai dengan kontur subjek master plan.
Selain itu, masalah penurunan tanah yang ditinjau oleh NCNCD Belanda memasuki masa kritis, yaitu mencapai sekitar 7,5 cm dan hal tersebut masih dalam tahap penelitian lebih lanjut. Hal tersebut terjadi karena besarnya beban yang ditopang di atas tanah. Namun pembangunan tanggul yang direncakan itu sendiri tidak akan ikut turun apabila pancangnya tidak mencapai di bawah 20m elevasi muka air.

Ada solusi lain selain NCNCD pembangunan tanggul, yaitu digalakkannya Great Seawall tahap A dengan tujuan membatasi daerah pembangunan di teluk Jakarta. Untuk tercapainya kegiatan tersebut tentu dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah darah, instansi untuk memperbaiki sistem pengairan dan perumahan serta masyarakat langsung. Karena syarat agar pembangunan tersebut terlaksana adalah 70% limbah disekitarnya harus dibersihkan.

Namun sayangnya, proyek ini masih dilaksanakan di Jakarta karena dirasa lebih darurat mengingat banyaknya pembangunan yang dilaksanakan. Sedangkan untuk tahap B dan C masih dalam tahap pertimbangan karena biaya yang dikeluarkan jauh lebih mahal. Rencana pada tahap B dan tahap C volume airnya besar, konstruksi yang dibuat lebih sulit, dan proses pembuatannya lebih lama sehingga Indonesia menerapkan program NCNCD tahap A terlebih dahulu mengingat urgensi kondisi Jakarta saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *